Perhatian Pimpinan Kurang, Karyawan Sering Bolos
Perhatian pimpinan merupakan pendorong semangat bagi karyawan untuk berdisiplin. Untuk itu kebutuhan penghargaan akan lebih nampak apabila dikaitkan dengan tingkat perhatian pimpinan terhadap karyawan yang berprestasi. Sebagaimana terkonfirmasi dalam penelitian Harmadji (2001) guna memperoleh gelar magister manajemen, ditemukan data (di sebuah instansi pemerintah di Jawa Timur) dari 91 responden didapatkan sebanyak 58,24 % menjawab kurang diperhatikan pimpinan. Sedangkan sebanyak 8,79 % menjawab tidak diperhatikan pimpinan. Kalau presentase ini digabungkan maka terdapat 67,03 % atau sebanyak 61 orang.
Kiranya merupakan gambaran cukup jelas bahwa tingkat perhatian dalam konteks pemberian motivasi pimpinan kepada para bawahannya masih kurang. Sedangkan jawaban cukup diperhatikan pimpinan sebesar 28,57 % dan yang memberi jawaban diperhatikan hanya 4,40% saja. Ini membuktikan bahwa memang perhatian pimpinan terbilang masih kecil. Imbasnya dalam peneltian tersebut juga ditemukan ternyata tingkat kedisiplinan karyawan sangat memprihatinkan. Ditemukan hanya 14,29 % saja yang tidak terlambat masuk kerja atau 85,71 % per hari yang datang terlambat. Karyawan yang mengikuti apel pagi juga hanya 35,46 % saja. Sehingga yang membolos mencapai 64, 54 %. Dari responden penelitian sebanyak 91 orang juga tidak satu pun yang mengisi daftar hadir (100 %). Lebih jauh mengenai persepsi responden tentang perhatian pimpinan (lihat tabel 3).
Tabel 3: Tingkat Perhatian Pimpinan Terhadap Karyawan Yang Berprestasi
Tingkat Perhatian | Jawaban Responden | Persentase |
Memperhatikan | 4 | 4,40 |
Cukup Memperhatikan | 26 | 28,57 |
Kurang Memperhatikan | 53 | 58,24 |
Tidak Memperhatikan | 8 | 8,79 |
Total | 91 | 100 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar