Hampir semua teori kepemimpinan ada pada Nabi Muhammad saw. Bukannya mau berapologi. Tetapi memang demikianlah adanya. Berbagai teori-teori kepemimpinan yang dikemukakan oleh para guru leadership di abad ke-20 M, dalam banyak hal ditemukan pada pribadi dan kepemimpinan Rasulullah saw.
Salah satu teori dikemukakan oleh Kets de Vries (dalam Muhammad saw., The Super Leader Super Manager, Syafii Antonio, hlm. 19) yang menyimpulkan dari penelitian klinisnya terhadap para pemimpin bahwa sebanyak persentase tertentu dari para pemimpin itu mengembangkan kepemimpinan mereka karena dipengaruhi oleh trauma pada masa kecil mereka.
Nabi saw. mengalami masa-masa sulit di waktu kecilnya. Di usia dini, beliau sudah menjadi yatim piatu. Pada kanak-kanak itu pula beliau harus menggembala ternak penduduk Makkah. Di awal usia remaja, beliau sudah mulai belajar berdagang dengan mengikuti pamannya Abu Thalib di kawasan Jazirah Arab.
Beberapa teori kepemimpinan lainnya juga dapat ditemukan pada diri Nabi saw. Misalnya, empat fungsi kepemimpinan (the 4 roles of leadership) yang dikembangkan oleh Stephen Covey. Konsep ini menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki empat fungsi kepemimpinan, yakni sebagai perintis (pathfinding), penyelaras (aligning), pemberdaya (empowering), dan panutan (modeling).
Tabel The 4 Roles of Leadership Stephen R. Covey
| No | Role/Fungsi | Sifat dasar Pemimpin | Sebagian contoh dari Rasulullah saw. |
| 1 | Perintis (pathfinding) | Memahami dan memenuhi kebutuhan utama para stakeholder-nya, rumusan visi, misi, & nilai yang dianut serta strategi agar sampai pada tujuan | Merintis suatu tatanan sosial yang modern dengan memperkenalkan nilai-nilai kesetaraan universal, semangat kemajemukan, rule of law, dsb. |
| 2 | Penyelaras (aligning) | Menyelaraskan keseluruhan sistem dalam organisasi agar mampu bekerja dan saling sinergis | Ketika para sahabat menolak perjanjian Hudaibiyah, beliau tetap bersikukuh. Terbukti pada akhirnya perjanjian tersebut berbalik menguntungkan kaum Muslim. |
| 3 | Pemberdayaan (empowering) | Memahami sifat tugas yang diemban & mendelegasikan tanggung jawab. Siapa mengerjakan apa; apa alasannya; bagaimana caranya; sumber daya apa saja yang diperlukan dan bagaimana akuntabilitasnya. | Dalam perang Uhud, beliau menempatkan pasukan pemanah di punggung bukit untuk melindungi pasukan infantri. Beliau mengangkat pejabat/hakim berdasarkan kompetensi dan good track record |
| 4 | Panutan (modeling) | Pemimpin dapat menjadi panutan dan bertanggung jawab atas tutur kata, sikap, perilaku, dan keputusan-keputusan yang diambilnya. | Beliau sangat dermawan sebelum mengatakan,”Tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah.” |
Di luar itu, masih banyak bukti-bukti kepemimpinan yang baik -sebagaimana yang dikemukakan oleh para guru kepemimpinan dan manajemen modern lainnya- terdapat pada diri Muhammad saw. Tentu saja kepemimpinan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. tidak harus menunggu pembenaran dari teori-teori kepemimpinan dan manajemen modern. Karena apa yang beliau contohkan telah terbukti berhasil.(oq)