Rabu, 16 Februari 2011

8 Hal Penting Yang Harus Kita Perhatikan


8 masalah pokok yang disampaikan Syeikh Hatim Al-Asham kepada gurunya sebagai hikmah atas ilmu yang ia dapatkan dari sang guru :
ü    Beliau berkata pada gurunya “ wahai guru, selama ini aku telah menguraikan pikiran, ternyata setiap orang yang hidup didunia mestilah ada sesuatu yang dicintai. Boleh jadi hal itu berupa materi ataupun anak istri dan dan lain-lain. Aku mencermati pula, ketika mereka itu mati, maka apapun yang dicintai pasti ditinggalkan begitu saja tanpa ada yang bisa bersamanya di dalam kubur. Aku segera membuat siasat baru, perkara apa yang kiranya bisa bersamaku ketika aku telah dikuburkan. Maka aku segera menemukan. Tiada lain adalah amal-amal kebajikan, itulah yang bisa bersamaku didalam kubur. Dengan demikian amal-amal itu aku perbanyak untuk bekal yang akan menyertaiku nanti ketika aku telah mati” begitu tutur Syeikh Hatim.
ü   Yang kedua, beliau mengatakan “ aku telah menyadari, bahwa apa yang dikatakan Allah seratus persen benar, konsekuensinya, aku harus berusaha sekuat tenaga untuk mengekang hawa nafsu, kemudian aku arahkan kepada berbagai ibadah dan ketaatan lain, terbukti nafsu itu menurutkan apa yang menjadi kehendakku”
ü   Yang, ketiga, “setiap orang yang mempunyai kekayaan akan berusaha sekuat tenaga, untuk membela dan melindungi kekayaannya itu, namun setelah aku memikirkan firman Allah: Apa yang disisimu akan lenyap (habis) dan apa yang disisi Allah adalah kekal (QS 16:96). Dengan demikian jika saja ada harta atau kekayaan yang jatuh dalam tanganku, maka segera aku arahkan kepada kepentingan Allah agar menjadi kekal, terjaga pila disisi-Nya
ü   Keempat, Syeikh Hatim Al-Asham mengatakan “ selama ini aku telah meneliti dan mengamati bahwa seluruh kemuliaan yang dibanggakan manusia itu berpangkal pada harta, keturunan, pangkat dan ras masing-masing. Setelah aku pikirkan masak-masak, ternyata semua itu hanyalah bayangan maya, sangat relatif. Namun ketika aku membuka kitabullah yang menjadi tutunan manusia, disana aku temukan. sesungguhnya orang yang paling mulia dari kamu sekalian adalah mereka yang paling takwa. Qs.49:13) Sejak itu aku berusaha keras untuk meraih martabat takwa yang setinggi-tingginya dengan harapan akan menjadi orang yang paling mulia disisi Allah”
ü   Yang kelima, “ telah begitu lama aku mencermati pada kehidupan ini, dimana perjalanan hidup manusia selalu diwarnai dengan saling memperolok, saling mengumpat dan saling menjatuhkan antara orang yang satu dengan yang lain. Penyebab semua itu tiada lain ada kedengkian serta menghindar dari mereka yang bersikap dengki, sebab nasib dan bagian setiap orang didunia ini telah ditentukan oleh-Nya. Dengan demikian tidak ada manfaat jika aku harus mendengki atau memusuhi orang lain”
ü   Yang keenam, “aku mencermati dan pula bahwa dalam hidup ini ternyata sebagian besar manusia masih memahami hukum rimba, dimana yang kuat dialah yang menang, oleh karena setiap kelompok selalu merasa yang terlihat dan yang paling berkuasa, maka terjadilah apa yang terjadi. Mereka saling bunuh antar kelompok dan antar sesama, saling menfitnah dan saling hujat. Maka langkah selanjutnya, aku jadikan dia sebagai musuh satu-satunya dengan mengenyampingkan makhluk-makhluk lain, disamping selalu berjaga-jaga diri agar tidak diserobot tipu dayanya. Sikapku yang seperti ini tiada lain telah didorong oleh kebijaksaan. Allah mempersaksikan bahwa dia adalah musuh yang nyata”
ü   Ketujuh, aku lihat seluruh manusia telah berlomba-lomba untuk mencari sesuap makanan untuk mengganjal perut mereka. Hal ini telah menjerumuskan mereka pada saling menghinakan dan sering pula terperosok pada makanan yang tak halal bagi mereka disamping banyak pula yang berlebihan mengurus perut. Kemudian aku sadari bahwa diriku ini termasuk sesuatu yang merangkak. Dengan demikian rizkiku juga telah ditanggung Allah. Selanjutnya aku tinggal mengerjakan apa yang diwajibkan Allah kepadaku, tidak mengurus lagi apa yang menjadi tanggung jawab Allah”
ü  Kedelapan, “telah aku cermati dan aku teliti pula, ternyata kebanyakan manusia itu selalu menyandarkan kehidupannya pada makhluk atau pada tuan-tuan yang dianggap memberi rizki kepada mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wikipedia

Hasil penelusuran

Pengikut