Selasa, 08 Februari 2011

Catatan Harianku >> Saat hati ini bertanya pada diri.."Apa arti KETULUSAN?"


Saat hati ini bertanya pada diri.."Apa arti KETULUSAN?"
Berbicara ketulusan.  Sebuah kata sederhana, mudah namun sulit untuk dilakukan. Integrasinya tak semudah pengucapannya. Ketulusan  adalah sebentuk kerja-kerja batin. Tentang bagaimana kita bersikap dan memberi arti atas banyak hal. Arti hidup, arti sebuah tindakan, pilihan dan bahkan  arti dari sebuah pengorbanan. Seni yang paling rumit dari menata ketulusan, justru terletak pada lingkaran-lingkaran luar yang mengitarinya, yakni bagaimana memandang ketulusan itu sejauh mana kuat atau lemah argumen pikiran itu melandasi ketulusan, bagaimana kita meletakkan ketulusan itu, dalam konteks kehidupan sehari-hari yang kita jalani, untuk dan dengan tujuan apa..

Ilustrasi sederhananya, seperti cermin. Tak ada yang lebih tulus dari cermin. Tempat kita mengaca setiap pagi. Menatap wajah diri dengan sejuta rasa. Cermin berbicara dalam puncak kejujurannya, diam dan memberi tau apa adanya.  

Seperti juga saat kulihat bagaimana ketika seorang tukang becak menggayuh becaknya ditengah derai hujan, seperti bapak kuli bangunan meski sudah tua renta tetap mengangkat beban yang seharusnya masa tuanya sudah selayaknya dinikmati dengan indah namun tetap masih harus menghabiskan sisa waktunya dengan kerja keras demi menghidupi keluarganya, melakukan dengan penuh cinta. Untuk sebuah cinta bagi keluarganya. seperti… yah, masih banyak ketulusan-ketulusan yang lain.. yang tanpa kita sadari banyak yang mengabaikan bahkan sama sekali tak menjadikannya bermakna. Sama sekali.

Begitu banyak orang yang melakukan sesuatu dengan ketulusannya. Bahkan kadang-kadang tak terbingkai oleh rasio, melakukan sesuatu yang sangat sederhana namun penuh ketulusan dan sungguh itulah sesuatu yang mengagungkan !

Buat  yang senantiasa bekerja, beramal dan melakukan segala kebaikan dengan penuh ketulusan.

(terinspirasi para pekerja keras yang terus bekerja, tak peduli hujan, badai & panas, demi sesuap nasi, walau apa yang didapatkan tak sebanding dengan kerja keras mereka)

Catatan Harianku >> Berbicara tentang Nurani & diri kita..

 




 " apakah jalan ini mempunyai NURANI??? Bila Ya, Ia akan BERGUNA.
Bila Tidak, Ia akan menjadi SAMPAH."

Kesederhanaan, tampil apa adanya serta hidup dengan penuh mata dan hati yang bersyukur, akan mampu membuat kita mudah memelihara diri.

Catatan harianku >> Keelokan kita & diri kita ....



Pertama, hal yang utama tentang kita & diri kita adalah kita wajib mensyukuri atas kehidupan diri kita..”kita & diri kita bisa hidup” :

Kukabarkan kepadamu tentang keelokan
Yang diciptakan atas tujuh bagian
Yaitu keindahan, kecantikan, penerangan cahaya,
Kegelapan, dan ketipisan serta kelembutan.

Bertanya kepadaku
Siapa makhluk pemegang keelokan?

Kukabarkan kepadamu
Tatkala makhluk-makhluk diciptakan
Diberinya tiap jenis makhluk
Bagian-bagian dari keelokan itu:
Keindahan diberikan untuk surga
Kecantikan diberikan untuk biddari
Penerangan diberikan untuk matahari

Cahaya diberikan untuk bulan
Kegelapan diberikan untuk malam
Ketipisan diberikan untuk awan
Kelembutan diberikan untuk angin

Diberi apakah bumi, tempat makhluk lain berpijak?
Diberi apakah langit, tempat makhluk lain berteduh?

Kukabarkan kepadamu
Dua makhluk besar itu dihiasi dengan
Seluruh tujuh unsur keelokan:
Bumi dan langit bisa cantik bisa menerang
Bumi dan langit bisa terang bisa mencahaya
Langit dan bumi bisa cahaya bisa menggelap
Bumi dan langit bisa gelap bisa menipis
Langit dan bumi bisa tipis bisa melembut

Bertanyalah kepaku
Siapa yang mewarisi keelokan?

Kukabarkan kepadamu
Tatkala Adam dan Hawa diciptakan
Dilengkapilah calon manusia itu
Dengan tujuh sifat keelokkan :

Keindahan untuk rohnya
Kecantikan untuk lidahnya
Penerangan untuk wajahnya
Cahaya untuk matanya
Kegelapan utnuk rambutnya
Ketipisan untuk hatinya
Kelembutan untuk rahasianya
Amboi, manusia sejagad raya
Kamulah terbagus dari segala makhluk

Budi pekerti Kita & diri kita,...
(agar kita melengkapi keelokannya dengan budi pekerti yang baik)

Rasulullah bertanya :
Siapa yang paling dicintai Allah diantara hamba-hamba-Nya?”
 Dijawab Rasulullah sendiri :
” Ialah yang paling berguna bagi sesama manusia”

Rasulullullah bertanya lagi :
“ Amal apakah yang paling afdhol?”
Dijawab Rasulullah sendiri :
” Menggembirakan hati sesama mukmin, menghilangkan kelaparan & kehausannya, meringankan kesengsaraan, dan membantu melunaskan hutangnya.”

Disambungnya :
“Barangsiapa berjalan membantu seorang yang didzolimi Allah akan menegakkan kedua telapak kakinya di atas siroth, padahal kaki-kaki lain tergelincir.”
“Barangsiapa menahan amarah-amarahnya, Allah akan menutupi auratnya (saat seluruh manusia telanjang di mahzar)”
“Dan sesungguhnya budi pekerti yang buruk akan merusak iman sebagaimana cukak dapat merusak madu.”

(Dari Baihaqi, disadur dari buku : “Kado Ulang Tahun Kekasihku” karya : Sirsaeba Alafsana)


Wikipedia

Hasil penelusuran

Pengikut